Friday, September 2, 2016

Minat Baca Orang Pedalaman Lebih Tinggi daripada Orang Kota

Minat Baca Orang Pedalaman Lebih Tinggi daripada Orang Kota



JuruPos - Antropolog sekaligus penggagas pendidikan bagi anak-anak suku asli yang tinggal di pedalaman rimba, Saur Marlina Manurung, menilai bahwa minat membaca orang di pedalaman lebih besar dari pada orang di kota.

"Minat membaca orang pedalaman dengan di kota saya jamin lebih besar orang pedalaman. Mereka belajar kehidupan sejak kecil, membaca apapun di sekitar mereka  dan langsung dipraktikkan," ujar perempuan yang akrab disapa Butet Manurung itu pada acara Final Gramedia Reading Community Competition 2016, di Perpustakaan Nasional, Sabtu (27/8/2016).

Alam dan lingkungan, lanjut Butet, membuat orang pedalaman sudah terbiasa membaca tanpa media buku. Dia lalu mencontohkan, jika ingin menangkap tupai, maka orang pedalaman membaca dahulu vegetasinya dan arah angin, barulah kemudian mereka mempelajari dan mempraktikkannya.

Menurut Butet, orang pendalaman mudah sekali diajari baca dan tulis asalkan dengan cara menyenangkan dan dekat dengan kehidupan mereka.

"Kalau kita mengenalkan baca tulis dengan menyenangkan, secara otomatis buku itu akan mereka terima. Asal kita mengenalkan (baca dan tulis) dan mengajarinya sesuai dengan aktifitas keseharian mereka" papar peraih penghargaan "Heroes of Asia Award 2004" dari Majalah Time.

Buta huruf

Minat belajar dan membaca masyarakat pendalaman yang tinggi rupanya tak dimiliki masyarakat Indonesia pada umumnya. Hal itu terbukti lewat hasil studi "Most Littered Nation In the World" oleh  Central Connecticut State Univesity pada Maret lalu.

Riset tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Posisi Indonesia pun persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61).

Namun, meskipun minat baca rendah, angka buta huruf di Indonesia dinilai mengalami penurunan. Hal itu dituturkan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, yang turut hadir pada acara itu. (Kps)