JuruPos – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga kini
belum mengangkat menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) definitif.
Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan masih menjabat
sebagai pelaksana tugas menteri ESDM.
Nama
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masuk dalam lima besar
kandidat yang dinilai layak menduduki jabatan. Hal ini berdasarkan survei
Institute for Essential Services Reform (IESR).
“Kok ada nama Ahok? Muncul karena ada yang
nilai (Ahok layak jabat Menteri ESDM),” kata Direktur Eksekutif IESR Fabby
Tumiwa dalam diskusi dengan topik “Menimbang Menteri ESDM Pilihan Jokowi” di
Jakarta, Minggu (4/9).
Survei
dilakukan pada 22-26 Agustus 2016 melalui situs IESR. Terdapat 1.881 orang
responden dengan rentang usia dan latar belakang beragam. Jumlah pemilih valid
sebanyak 1.874 orang.
“Survei
ini sangat terbuka. Dari hasil penjaringan, didapatkan 20 nama usulan publik.
Dari 20 nama tersebut, terdapat 10 besar nama yang menduduki 61 persen hasil
survei,” jelas Fabby.
Menurutnya,
publik berharap menteri ESDM mempunyai integritas serta jauh dari konflik
kepentingan. “Satu faktor lagi yaitu (menteri ESDM) bukan politisi. Pilihan
publik adalah yang profesional,” ujarnya.
Dia
menambahkan, nama-nama politisi seperti anggota Komisi VII DPR dari Fraksi
Partai Nasdem, Kurtubi dan Fraksi Partai Golkar (FPG) Satya Widya Yudha berada
paling bawah. Sedangkan, 10 besar nama teratas, merefleksikan kalangan
profesional dan dikenal pelaku industri energi.
“Bukan
orang baru apalagi WNA (warga negara asing),” imbuhnya.
Dia
menegaskan, survei IESR tidak bermaksud merekomendasikan nama-nama tertentu.
“Ada 10 nama yang dianggap publik punya integritas dan tidak bersinggungan atau
dianggap punya konflik kepentingan,” tegasnya.
Pada
kesempatan yang sama, pakar energi dari Intitut Teknologi Sepuluh Nopember
(ITS) Surabaya, Zainal Arifin mengatakan presiden sebaiknya mengangkat menteri
ESD non-partisan. “Kalau tidak jadi bancakan. Calon yang ada harus dari
profesional, terbiasa berkoordinasi. Sebab, kinerja menteri ESDM tidak bisa
ditentukan diri sendiri,” katanya.
Sementara itu, pengusaha migas (minyak dan gas), Ismail Zulkarnaen
mengatakan menteri ESDM sepatutnya memiliki kepemimpinan yang kuat. “Karena
sektor ini sangat luas bidangnya mulai dari oil, gas, batu bara, air,
geotermal. Jadi dibutuhkan sosok yang punya leadhership(kepemimpinan)
kuat,” katanya
Dia
menambahkan, diperlukan juga figur yang mampu mengambil keputusan. “Tidak hanya
berdialektika. Karena yang dibutuhkan pengusaha itu, keputusan tepat,”
imbuhnya.
Sedangkan
anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS)
Zulkieflimansyah mengatakan tidak ada permasalahan kalau memang presiden
mengangkat Ahok sebagai menteri ESDM. “Kalau Ahok jadi menteri ESDM, menarik
juga,” katanya.
Berikut 10 nama kandidat menteri ESDM hasil survei IESR:
- Tri Haryo Soesilo 16 persen
- Djoko Siswanto 10 persen
- Hardiv Situmeang 6,5 persen
- Dwi Soetjipto 4,7 persen
- Basuki Tjahaja Purnama 4,6 persen
- Faisal Basri 4,5 persen
- Rovicky Dwi Putrohari 4,1 persen
- IGN Wiratmadja 4 persen
- Widhyawan Prawiratmadja 3,5 persen
- Tri Mumpuni Iskandar 3,2 persen (Brt)
- Tri Haryo Soesilo 16 persen
- Djoko Siswanto 10 persen
- Hardiv Situmeang 6,5 persen
- Dwi Soetjipto 4,7 persen
- Basuki Tjahaja Purnama 4,6 persen
- Faisal Basri 4,5 persen
- Rovicky Dwi Putrohari 4,1 persen
- IGN Wiratmadja 4 persen
- Widhyawan Prawiratmadja 3,5 persen
- Tri Mumpuni Iskandar 3,2 persen (Brt)
